Eschericia coli

Eschericia coli

Eschericia coli adalah kuman oportunis yang sangat banyak di temukan di dalam usus manusia sebagai flora normal.sifatnya unik karena dapat menyebabkan infeksi prmer pada usus, misalnya diare pada anak dan travelers diarrhea, seperti juga kemampuannya menimbulkan infeksi pada jaringan tubuh lain di luar usus.

Escherichia coli
Klasifikasi
Kingdom : Bacteria
Filum      : Proterobacteria
Kelas      : Gamma Proteobacteria
Ordo       : Enterobacteriales
Family    : Enterobacteriaceae
Genus     : Escherichia
Species   : Escherichia coli. (Hardjoeno, 2007) 


Morfologi
Escherichia coli merupakan flora normal Kuman berbetuk  batang pendek (kokobasil), gram negatif,ukuran 0.4-0.7 um x 1.4 um, sebagian besar gerak positif dan beberapa galur mempunyai kapsul, memiliki alat gerak yaitu flagela dan memiliki phili, sifat pertumbuhannya aerob dan dapat juga aerob fakultatif.

Struktur Antigen
E. coli mempunyai antigen O,H, dan K. pada saat ini telah di temukan 15 tipe antigen O , 90 tipe antigen K, dan 50 tipe antigen H. antigen K dibedakan lagi berdasarkan sifat-sifat fisiknya menjadi 3 tipe yaitu L,A, dan B.


Fisiologi
E. coli tumbuh baik pada hampir semua media yang biasa di pakai di laboratorium mikrobiologi, pada media yang di pergunakan untuk isolasi kuman enterik, sebagian besar galur E.coli tumbuh sebagai koloni yang meragi laktosa. E.coli bersifat mikroaerofilik.Beberapa  galur jika di tanam pada agar darah menunjukan hemolisis tipe beta .
Tes biokimia yang di pakai untuk diagnostik kuman e.coli 

Tes
Reaksi
indol
+
Lisindekarboksilase
±
Asetat
+
Peragianlaktosa
+
Gas Dari Glukosa
+
Motilitas
±
Pigmen Kuning
-

Diagnosis Laboratorium

untuk isolasi dan identifikasi kuman E . coli dari bahan pemeriksaan klinik di pakai metode dan media sesuai dengan metode untuk kuman enterik lain. diagnosa laboratorium penyakit diare yang di sebabkan E. coli masih sulit di lakukan secara rutin, karena pemeriksaan secara tradisional dan serologi sering kali tidak mampu mendeteksi kuman penyebabnya. Deteksi sebagian besar galur E. coli patogen memerlukan metode khusus untuk menidentifikasi toksin yang di hasilkan. hingga saat ini metode yang ada masih memerlukan tes dengan binatang percobaan dan kultur jaringan yang cukup mahal dan kurang praktis. Beberapa metode baru dikembangkan, tetapi belum beredar di pasaran luas, misalnya tes ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) particle agglutination methods Co-angglutination dengan protein A Staphylococcus aureus yang telah berikatan dengan antibodi terhadap enterotoksin E. coli, hibridasi DNA pada koloni kuman atau langsung pada spesimen tinja.






Komentar

Posting Komentar